2013 The Year of Divine Breakthrough

Minggu, 02 November 2008

Biarlah yang Miskin Berkata,"Aku Kaya!"

Suatu hari, ayah dari suatu keluarga yang sangat sejahtera membawa anaknya bepergian ke suatu negara yang sebagian besar penduduknya hidup dari hasil pertanian, dengan maksud untuk menunjukkan bagaimana kehidupan orang-orang yang miskin.

Mereka menghabiskan waktu berhari-hari di sebuah tanah pertanian milik keluarga yang terlihat sangat miskin.

Sepulang dari perjalanan tersebut, sang ayah bertanya kepada anaknya, "Bagaimana perjalanan tadi?"

"Sungguh luar biasa, Pa."

"Kamu lihat kan bagaimana kehidupan mereka yang miskin?" tanya sang ayah.

"Iya, Pa," jawabnya.

"Jadi, apa yang dapat kamu pelajari dari perjalanan ini?" tanya ayahnya lagi.

Si anak menjawab, "Saya melihat kanyataan bahwa kita mempunyai seekor anjing sedangkan mereka memiliki empat ekor. Kita punya sebuah kolam yang panjangnya hanya sampai ke tengah-tengah taman, sedangkan mereka memiliki sungai kecil yang tak terhingga panjangnya. Kita memasang lampu taman yang dibeli dari luar negeri dan mereka memiliki bintang-bintang di langit untuk menerangi taman mereka. Beranda rumah kita begitu lebar mencapai halaman depan dan milik mereka seluas horison. Kita tinggal dan hidup di tanah yang sempit sedangkan mereka mempunyai tanah sejauh mata memandang. Kita memiliki pelayan yang melayani setiap kebutuhan kita tetapi mereka melayani diri mereka sendiri. Kita membeli makanan yang akan kita makan, tetapi mereka menanam sendiri. Kita mempunyai dinding indah yang melindungi diri kita dan mereka memiliki teman-teman untuk menjaga kehidupan mereka."

Dengan cerita tersebut, sang ayah tidak dapat berkata apa-apa.

Kemudian si anak menambahkan, "Terima kasih, Pa, akhirnya aku tahu betapa miskinnya diri kita."

Terlalu sering kita melupakan apa yang kita miliki dan hanya berkonsentrasi terhadap apa yang tidak kita miliki. Kadang kekurangan yang dimiliki seseorang merupakan anugerah bagi orang lain.

Semua berdasar pada perspektif setiap pribadi. Pikirkanlah apa yang akan terjadi jika kita semua bersyukur kepada Tuhan atas anugerah yang telah disediakan oleh-Nya bagi kita daripada kuatir untuk meminta lebih lagi.


Di ceritakan oleh: Joe Gatuslao Philippines

Berdoalah Sampai Sesuatu Terjadi

Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juru Selamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan laki-laki itu, dan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa laki-laki itu harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya. Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun-tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblispun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya "Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannnya."

Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat.

"Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?" pikirnya. "Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik."

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan.

"Tuhan," katanya "Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatannku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?"

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian,"Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata kepadamu, tugasmu untuk mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu, seperti yang telah kau lakukan. Tidak sekalipun Aku mengatakan bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus-menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatku, sekarang akan memindahkan batu itu."

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya.... Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya.

Ketika segalah sesuatu kelihatan keliru.... lakukan P.U.S.H (push = dorong).

Ketika pekerjaanmu mulai menurun.... lakukan P.U.S.H (push = dorong). Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan.. lakukan P.U.S.H (push = dorong)

Ketika uangmu seperti "lenyap" dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar.. lakukan P.U.S.H (push = dorong).

P.U.S.H - Pray Until Something Happens!! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi).

Berdoa Dengan Cara Allah

Ajari aku, TUHAN...
Aku ingin tahu, cara yang benar untuk berdoa.

Bila aku perlu menggunakan kata-kata,
Kata apa yang harus kupakai?
Beritahukan kepadaku, apa yang harus kukatakan.

Aku menundukkan kepala,
Aku berlutut,.. haruskan juga bersikap tegak?

Aku menutup mataku,
Kuangkat tanganku, atau.. haruskan aku mengatupkannya saja?

Apakah aku harus berdiri? Atau duduk saja?
ALLAHku,.. posisi mana yang KAU sukai?

Apakah sebaiknya lampu menyala atau dimatikan?
Mungkin.. lebih baik dengan terang lilin saja?
Perlukah kupakai kacamataku atau tidak?
Ada di kursi saja atau di depan meja?
Haruskah aku berbisik atau berdoa dengan suara lantang?

Haruskah aku mengutip Kitab Suci?
Kapan waktu yang KAU sukai? Di waktu fajarkah?

Haruskah aku berdoa dengan cepat-cepat atau perlahan-lahan?
Lebih baik doa yang pendek.. atau yang panjang?

Aku baru saja belajar berdoa, apa saja aturannya?
Aku ingin berdoa dengan benar.

Bagaimana aku tahu bahwa KAU akan mendengarkannya?
Bahwa doaku sudah benar?

Dan sementara aku duduk diam,
menunggu tanda-tanda,
Aku mendengar suara lembut yang berkata:

"AnakKU yang kekasih...
Apakah kau pikir AKU begitu peduli tentang waktu,
atau tentang posisimu ketika berdoa, berdiri atau berlutut?"

"AKU tak peduli tentang posisi tubuhmu atau tempat yang kaupilih;
Bukalah hatimu kepadaKU,
Aku tak punya aturan lainnya.

Katakan padaKU apa yang ada dalam hatimu,
dan katakan padaKU apa yang kaucari,
Ceritakan tentang kepedihanmu
dan hal-hal lain yang membuatmu merasa lemah."

"Bicaralah padaKU secara pribadi
tentang apa yang paling peenting bagimu;
AKU tahu tentang perbuatan-perbuatan baikmu..
tak perlu, engkau menyombongkannya.

AnakKU, engkau tak perlu pelajaran-pelajaran,
Bicaralah saja padaKU setiap hari,
katakan padaKU apapun yang kauinginkan,
SayangKU, Siapapun dapat berdoa."

Judul Asli: How to Pray with GOD's Way
Diterjemahkan: Dewi Galang


Sabtu, 01 November 2008

Beberapa Hal Yang Dapat Mendorongmu Tetap Bertahan

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia...
Tuhan tahu berapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih...
Tuhan sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berlalu dengan begitu saja...
Tuhan sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelpon...
Tuhan selalu berada di sampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...
Tuhan punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa pusing atau tertekan...
Tuhan dapat menenangkanmu.

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan...
Tuhan sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur...
Tuhan telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban...
Tuhan telah tersenyum padamu.

Ketika kau memliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi...
Tuhan sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu.

Ingat bahwa dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap...
TUHAN TAHU



Apakah Salib ini Terlalu Berat Untuk Kau Pikul?

Aku mengeluh, "Salib ini terlalu berat untuk dipikul".
Dan aku bertanya dalam hati dengan tidak senang, "Mengapa Tuhan memberiku beban seberat ini untuk kupikul?".

Aku iri dengan orang lain yang kelihatannya memiliki beban yang lebih ringan. Dan berharap andai saja aku bisa menukar beban ini dengan yang lebih ringan.

Kemudian, dalam mimpi, aku memandang salib yang ingin aku kenakan, salib itu dihiasi dengan mutiara, intan dan permata yang sangat berharga dan langka. Dan ketika aku mengalungkannya pada leherku, beban perhiasan emas itu sangat berat dan susah ditahan leherku yang ramping dan kecil.

Jadi, aku melemparnya ke samping, dan di depan mataku ada salib yang terbuat dari bunga mawar merah. Aku mengenakannya dengan senang dan berkata, "Aku bisa mengenakan salib ini sampai lama", karena salib itu sangat bagus dan rapuh, sangat indah dan ringan dan menarik.

Tetapi aku lupa bahwa duri-durinya mulai menusuk-nusuk kulitku. Dan dalam mimpiku, aku melihat "salibku," berkerut-kerut dan tua dan jelek, Salib yang tua dan jelek itu aku pandang rendah dengan perasaan tidak senang. Tapi akhirnya aku tahu bahwa Tuhan sudah membuat 'salib khusus' ini untukku.

Tuhan sangat bijaksana, tahu aku tidak dapat melihat sebelumnya, bahwa seringkali salib-salib yang paling indah adalah salib-salib yang paling berat untuk dipikul.

Karena hanya Tuhanlah yang bijaksana untuk memilihkan salib untuk kita pikul. Jadi, jangan pernah berkeluh kesah tentang SALIBMU, karena salibmu sudah diberkati. Tuhan membuatnya KHUSUS UNTUKMU untuk dipikul. Dan INGAT! TUHAN TAHU YANG TERBAIK UNTUKMU !!!


Apa Kamu Cukup Kuat?

Ada kekuatan di dalam KASIH, Dan orang yang mengasihi adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri.

Ada kekuatan di dalam SUKACITA, Dan orang yang memiliki sukacita adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan.

Ada kekuatan di dalam DAMAI SEJAHTERA, Dan orang yang penuh damai sejahtera adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan.

Ada kekuatan di dalam KESABARAN, Dan orang yang sabar adalah orang yang kuat Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa disakiti

Ada kekuatan di dalam KEMURAHAN, Dan orang yang murah hati adalah orang yang kuat Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya

Ada kekuatan di dalam KEBAIKAN, Dan orang yang baik adalah orang yang kuat Karena ia selalu mampu melakukan yang baik bagi semua orang.

Ada kekuatan di dalam KESETIAAN, Dan orang yang setia adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengalahkan kedagingan dengan kesetiaannya kepada TUHAN dan sesama.

Ada kekuatan di dalam KELEMAHLEMBUTAN, Dan orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam.

Ada kekuatan di dalam PENGUASAAN DIRI, Dan orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat Karena ia bisa mengendalikan hawa nafsunya


Anda Berharga

Ketika berkunjung ke rumah anak perempuan saya beberapa minggu lalu, saya memperhatikan Brent, suaminya, menggunakan gergaji untuk memotong beberapa pohon pinus yang tinggi di belakang rumah mereka. Pohon-pohon tersebut telah mati akibat kekeringan musim panas dan dapat rubuh. Sesaat sebelum saya meninggalkan rumah mereka, saya keluar untuk berbicara dengan Brent. Cucu saya, Kaitlyn, juga ingin bertemu dengan ayahnya, mengikuti saya dari belakang. Saya angkat tubuh kecilnya, meletakkan dia di atas pundak saya agar dia dapat memperhatikan ayahnya bekerja. Brent mematikan mesin gergajinya dan kami berbicara selama beberapa saat. Lalu saya menarik Kaitlyn untuk masuk kembali ke dalam rumah. Saat Brent mulai bekerja, Kaitlyn berkata dia ingin melihat. Saya menuruti permintaan Kaitlyn dan menjaganya di tempat yang aman.

Sebelum Brent menyalakan mesinnya, saya berkeinginan untuk mengingatkan dia betapa pentingnya berdiri pada jarak yang aman sehingga pohon-pohon tersebut tidak akan menimpanya ketika tumbang. Setelah menjelaskan kepada Kaitlyn bahwa bahaya dapat seketika terjadi dan kami tidak menginginkan pohon menimpa, saya bertanya kembali kepada Kaitlyn untuk meyakinkan diri saya bahwa ia mengerti. Kaitlyn menjawab, "Ya Papaw.."
Dan lagi untuk benar-benar mengingatkan dia apa yang telah saya jelaskan, saya bertanya, "Dan mengapa kau harus tetap berada di sini?"

Tanpa ragu, Kaitlyn menjawab dengan senyuman lebar, "Karena saya berharga."

Seorang anak berumur tiga tahun mungkin tidak dapat sepenuhnya mengerti apa yang orang dewasa seperti kita coba jelaskan. Namun, Kaitlyn menyadari sepenuhnya bahwa dia dikasihi dan berharga di hati orang-orang yang berada di sekitarnya, terutama saya, Papaw Keith-nya.

Allah menghendaki Anda agar mempunyai keyakinan yang sama terhadap Dia. Allah menghendaki kita untuk menjadi seperti seorang anak dalam hubungan pribadi kita dengan Dia. Allah ingin kita tahu bahwa kita, Anda, saya, dan setiap dari kita, berharga di hatiNya. Ketika kita disakiti. Ketika kita membutuhkan pengampunan. Apapun yang kita butuhkan, Dia menginginkan kita untuk datang kepadaNya. Anda berharga.

1 Petrus 2:3-5: Jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan. Dan datanglah kepadaNya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

Oleh: Keith Todd Sumber: Daily Wisdom